Sabtu, 05 Agustus 2017

[Mengharukan] Inilah Jeritan Hati Istri Korban Pembakaran Hidup-Hidup di Bekasi

Publik Netizen - Keluarga pria yang diduga pencuri amplifier di Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengutuk keras tindakan main hakim sendiri yang menewaskan M Alzahra alias Joya (30)

Warga Kampung Kavling Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara itu tewas dengan cara dianiaya lalu dibakar hidup-hidup oleh warga. Joya dituduh mencuri tiga amplifier atau pengeras suara di Musala Al-Hidayah pada Selasa, 1 Agustus 2017 petang.

"Sampai saat ini, saya tidak percaya suami saya melakukan itu. Saya tidak terima, perbuatan mereka tega, tidak berperikemanusiaan," kata Siti Jubaida (25), istri korban, saat ditemui di rumahnya, Kamis (3/8/2017).

Siti yang tengah mengandung 6 bulan itu menyebutkan, sebelum kejadian tragis tersebut, suaminya berpamitan hendak menjual sejumlah amplifier dan speaker kepada konsumennya. Almarhum, sambung dia, memang dalam kesehariannya mencari nafkah dengan membuka usaha reparasi perangkat pengeras suara di rumahnya.

Usaha kecil-kecilan itu telah dilakukan Joya jauh sebelum membangun bahtera keluarga bersama Siti. Caranya dengan berkeliling dari kampung ke kampung untuk menawarkan jasa dan keahliannya mengutak-atik speakers setiap hari.
Keluarga pria korban pembakaran hidup-hidup di Bekasi.

"Keluarga kami bisa makan dari reparasi salon speaker. Usaha ini udah lama, ada 4 tahun. Kadang dia jual ke Cileungsi, kadang ke Jakarta. Tapi mayoritas pelanggannya dari online juga," jelasnya.

Saat kejadian, kata Siti, suaminya sempat menelepon dan bercerita jika dia dalam perjalan pulang. Ia pun mengira jika suaminya tersebut menyempatkan diri untuk mampir ke musala setempat untuk melaksanakan salat.

Apalagi, almarhum memang dikenal sebagai sosok yang selalu tepat waktu menjalankan ibadah dan salat lima waktu. Keluarga pun menegaskan jika Joya adalah korban salah sasaran.

"Dia jam 11 siang keluar membawa speaker. Memang setiap hari dia keluar untuk dagang. Nah, sorenya dia sempat telepon, bilang dalam perjalanan pulang. Saya mengira jika suami saya sambil membawa alat-alatnya dan mampir ke musala untuk salat. Karena takut hilang, dia bawa ke dalam. Entah bagaimana dia lalu disebut maling," jelas Siti.

Siti, ibu dari Alif (4) dan tengah mengandung anak kedua itu, berharap agar orang-orang yang terlibat dalam penganiayaan dan pembakaran suaminya dapat diproses secara hukum. Hal ini terkait beredarnya kabar, bahwa kasus yang menewaskan Alzahra alias Joya dihentikan oleh pihak kepolisian.

"Walaupun ada surat yang saya teken, entah isinya apa itu, saya dan keluarga meminta para pelaku bisa diproses secara hukum, nggak boleh berhenti. Karena membunuh orang, apapun alasan, tidak benar. Ini negara hukum. Dibakar begitu kan biadab namanya," harap Siti.

Siti mengaku mengetahui kejadian nahas itu pada pukul 22.00 WIB. "Saat itu saya shock dan bingung, saya diminta teken sejumlah kertas, saya nggak tahu isinya apa-apa saja, saya orang nggak sekolah, buat biaya antar suami dari RS Polri saja, saya nggak punya uang, yah saya teken, karena di otak saya hanya ada satu, bagaimana agar suami saya segera pulang dan dimakamkan, itu saja," lanjut dia.

Lebih jauh, Siti mengaku sempat menonton detik-detik suaminya dianiaya, seperti yang marak beredar di sejumlah media sosial. Kata dia, ada satu video yang isinya menyebut jika tak ada satupun amplifier atau alat pengeras suara milik Musala yang dicuri oleh korban.

"Saya nonton salah satu video di YouTube yang ada suaranya warga. Warga itu berteriak teriak, jika ampli di Musala masih ada. Orang itu teriak teriak, masih ada, masih ada, nggak dicuri. Saya nggak kuat nontonnya, walaupun benar suami saya lakukan itu, yah jangan digituin," ujar Siti dengan berlinang air mata.

Sabtu, 29 Juli 2017

Merinding! Ini Foto-foto Suasana Puluhan Ribu Umat Islam Tumpah Ruah Hadiri Aksi Damai 287

Puluhan Ribu massa peserta Aksi 287 melakukan longmarch. Usai menunaikan salat Jumat (28/72017) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, massa Aksi 287 melakukan longmarch menuju gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dengan melantunkan Takbir, sholawat, peserta aksi yang membawa bendera tauhid mengibarkan sembari berjalan.

Mayoritas peserta laki-laki mengenakan baju koko berwarna putih dan tak ketinggalan kopiah di kepalanya. Tak hanya kaum Adam, perempuan pun ikut ambil bagian dalam aksi yang dikoordinir Presidium 212.

Massa Aksi 287 menolak Perppu nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Perppu ini telah memakan korban ormas HTI yang secara semena-mena tanpa proses peradilan dibubarkan sepihak. Mereka menilai penerbitan Perppu Ormas sebagai bentuk kembalinya rezim otoriter ala Orba.

Berikut foto-foto puluhan ribu umat islam tumpah ruah dalam aksi 287 di Jakarta:





Sebarkan..!!!

Ust. Haikal: Ente Ulama Apa Setan? Protes Sorban, Jenggot tapi tak Pernah Protes Rok Mini & Situs P0rn0!

Publik Netizen - Ustad Haikal Hasan  Heran dengan oknum yang mengaku Ulama.Ngakunya Ulama tapi protes dengan dan mempermasalahkan sorban, Namun tidak pernah memprotes pakaian membuka aurat seperti rok mini, tanktop bahkan situs p0rn0.

Menurut Ustad Haikal Hasan Ulama macam apa ini?.Jangan-jangan ini setan yang berkedok Ulama, berpura-pura menjadi dan mengaku Ulama.Sebab hal-hal yang merusak dan dilarang oleh agama di biarkan dan hal-hal yang akan memperkuat kedudukan agama lansung di protes habis-habisan.

“Ada lho yg masalahkan sorban, jubah/gamis, jenggot, namun gak pernah masalahkan tanktop, rok mini, situs porno… Ente ulama apa SETAN sih?” kata aktivis Islam Haikal Hasan di akun Twitter-nya @haikal_hassan.
Ust. Haikal: Ente Ulama Apa Setan? Protes Sorban, Jenggot tapi tak Pernah Protes Rok Mini & Situs P0rn0!

Kicauan ustd Haikal itu diretweet 1.739 dan dilike 1.612 followers.

Menurut penilaian netize yang menjadi follower  kicauan Haikal Hasan itu ditujukan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

 "Ust. menghina Said Agil dong… Katanya lebih baik liat gitu…banyak Istighfar..drpd yg radikal." ungkap akun @harimawon

"Singkat padat dan nonjok. Mantap Pak." ungkap ‏ @opinisemut.

"Ulama palsu..diotak, uang..uang..uang..jualan lbh baik kok.." ungkap akun @islanrizki.

" ulama' su' lebih berbahaya dr pd dajjal.ciri2x,klo liat uang matanya biru." ungkap akun @alie_barbar.

"Nama nya aja kiyai gadongan,rezim skrg kan seneng sm kiyai2 kyk si aqil" ungkap akun @EdyRafael7. [***]
Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Kata Jokowi: Pemakaian dana haji untuk pembangunan, tidak akan rugi, BENARKAH??

Publik Netizen - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan dana haji dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan di Tanah Air. Saat ini, dana haji Indonesia mencapai Rp 80 triliun sampai Rp 93 triliun.

Presiden mengatakan pemanfaatan dana haji untuk pembangunan infrastruktur juga telah diterapkan oleh negara lain. "Taruh saja, misalnya di pembangunan jalan tol, aman. Tidak akan rugi. Karena jalan tol, tol tidak akan rugi. Dan untuk pembangunan pelabuhan," kata Presiden Jokowi dalam sambutan di acara peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah, Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7).
Kata Jokowi: Pemakaian dana haji untuk pembangunan, tidak akan rugi, BENARKAH??

Menurut Presiden Jokowi, hal ini telah disampaikan olehnya ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang baru dilantiknya, Rabu (26/7) kemarin. Presiden Jokowi mencontohkan, Malaysia menaruh dana haji di industri perkebunan.

Namun, Presiden Jokowi tak ingin dana haji disimpan di industri perkebunan lantaran masih mungkin menimbulkan resiko bila terjadi kebakaran hutan. Sebab itu, Presiden Jokowi mengatakan lebih aman dana haji disimpan untuk pembangunan infrastruktur.

"Kalau (dana haji disimpan di) jalan tol, pelabuhan, airport, tidak akan ada ruginya. Dan, itu sudah saya sampaikan agar dana haji kita berikan peluang untuk dananya di taruh taruh yang enak-enak saja, yang enak-enak ditaruh, yang resiko jangan, karena ini dana umat, hati-hati," tukasnya
sumber: Merdeka.com

Inilah Reaksi partai pendukung Jokowi lihat kemesraan Prabowo-SBY

Publik Netizen - Dalam pertemuan di Cikeas, Kamis (27/7) malam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto bersepakat untuk bersatu mengawal pemerintahan Jokowi-JK. Demokrat dan Gerindra meyakini, kekuasaan harus terus dikoreksi dengan kemajuan bangsa dan negara ke depan.

Sebelum rapat tertutup, Prabowo dan SBY makan nasi goreng bareng. Momen langka itu diabadikan oleh para elite Demokrat dan Gerindra. Tak lupa pula puluhan awak media yang menjadi saksi kemesraan keduanya.

Usai pertemuan tertutup, Prabowo bahkan mengkritik keras kehendak partai penguasa yang inginkan presidential threshold sebesar 20 persen. Menurut dia, keputusan itu merupakan sebuah lelucon politik.

"Presidential threshold 20 persen itu lelucon politik yang menipu rakyat," kata Prabowo.
Inilah Reaksi partai pendukung Jokowi lihat kemesraan Prabowo-SBY

Dalam pengesahan Undang-undang Pemilu itu, Partai Gerindra memilih walkout. Prabowo mengaku, itu merupakan perintahnya langsung kepada kader partainya di DPR. Alasannya, dia tak ingin menjadi bahan tertawaan rakyat.

"Undang-undang Pemilu baru saja dilahirkan, disahkan oleh DPR RI. Yang kita tidak ikut bertanggungjawab. Karena kita tidak mau diketawakan sejarah," tegasnya.

Kemesraan yang ditunjukkan Prabowo dan SBY ini mendapat beragam reaksi dari partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Ada yang sinis, ada juga yang mendukung bahwa pertemuan itu membuat sejuk kondisi politik di Tanah Air.

Hanura

Ketua DPP Hanura, Benny Ramdhani mengatakan segala macam kritikan yang diucapkan oleh Prabowo ataupun SBY menyangkut pemerintahan Jokowi tidak perlu ditanggapi.

"Ya tuduhan Pak SBY juga tidak perlu ditanggapi ya. Komentar-komentar Pak SBY setelah tidak menjadi presiden yang kadangkala agak miring, sinisme kepada pemerintahan Jokowi itu kan bukan pernyataan yang satu kali disampaikan dalam pertemuan dengan Pak Prabowo. Itu pernyataan-pernyataan yang sering diungkapkan," kata Benny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Menurutnya saat ini, partai pendukung pemerintah tengah fokus melaksanakan tujuan nasional, serta menjalani pemerintahan Jokowi-JK dengan baik.

"Kita fokus bagaimana menjawab cita-cita masyarakat dan tujuan nasional yang dikonstruksi dalam pembukaan UUD 45 dan pemerintahan Jokowi-Jk beserta partai pendukung terlebih khusus Hanura serius. Ini sebuah utang sejarah, utang tanggungjawab yang harus dibayar oleh siapapun yang nanti diberikan mandat politik pemerintahan," pungkasnya.

PDIP

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menyambut baik adanya gerakan moral tersebut. "Kami menyambut gembira setiap upaya untuk membangun politik bernuansa gotong royong dan persaudaraan," kata Hendrawan, saat dihubungi merdeka.com, di Jakarta, Jumat (28/7).

Terkait dengan kemungkinan adanya pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Demokrat SBY, Hendrawan belum bisa berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan hanya ingin menegaskan kualitas demokrasi Indonesia.

"Saya tidak tahu. Sekjen lebih tahu. Yang jelas, kita semua memiliki komitmen untuk memajukan kualitas demokrasi dan membangun keadaban politik," ujarnya.

PAN

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai, pertemuan SBY dan Prabowo tersebut sebagai sesuatu yang positif untuk mempererat tali silaturahim. Karena segala perbedaan sikap akan tercairkan lewat pertemuan, selain akan membuat suasana dingin di masyarakat.

PAN sendiri mengaku akan mendukung pemerintahan menjalankan program-programnya. "Kita dukung pemerintah, agar sukses menjalankan program-programnya, sehingga rakyat senang kalau berhasil. 2019 masih jauh, rakyat yang kami utamakan," katanya.

PPP

Anggota DPR dari Fraksi PPP Achmad Baidowi mengatakan, sebenarnya ucapan dari Prabowo yang lucu. Karena dari pemilu Presiden sebelumnya, mantan Jenderal TNI itu sudah merasakan Presidential Threshold 20-25 persen.

"Justru pernyataan tersebut lelucon. Angka 20% itu sudah dipake pada 2009 dan 2014 dimana Pak Prabowo juga sebagai kontestan. Lalu kenapa hari ini disebut sebagai lelucon?," kata Achmad Baidowi, saat di hubungi, di Jakarta, Jumat (28/7).

Anggota Komisi II DPR itu juga mengatakan, bahwa adanya ambang batas sebesar itu sebab tidak sembarang orang bisa menjadi seorang orang nomer satu di Indonesia. Tambahnya hingga saat ini Presidential Treshold 20-25 juga masih tetap berlaku sampai ada putusan inkrah dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Menjadi calon Presiden itu tidak sembarang orang, kalau terlalu banyak justru seperti lelucon karena rame nanti dianggap mirip pasar," ujarnya.

"Terkait putusan MK tak ada klausul yang membatalkan ketentuan Presiden Treshold. Juga tidak ada larangan hasil pemilu 2014 dipake sebagai acuan Presiden Treshold, karena masih transisi," pungkasnya.
sumber: Merdeka.com

Jumat, 28 Juli 2017

Tips Mencegah Bayi Mengalami Bibir dan Langit Langit Sumbing

Publik Netizen - Walaupun bibir dan langit-langit sumbing hingga saat ini belum diketahui penyebab pastinya, pencegahan bisa dilakukan.

Sumbing yang termasuk kelainan bawaan dapat menyebabkan ketidaksempurnaan terbentuknya struktur bibir dan langit-langit mulut. Pencegahan dini agar bayi tidak mengalami sumbing dilakukan sebelum ibu hamil.

"Yang pasti pencegahan dilakukan sewaktu ibu belum hamil. Bahkan pencegahan dini dimulai selama perempuan masih lajang dan belum menikah. Perempuan harus menjaga asupan nutrisi yang cukup. Jangan sampai kekurangan vitamin juga protein," jelas dr Prasetyanugraheni Kreshanti, SpBP-RE (KKF), spesialis bedah plastik Cleft & Craniofacial Center, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Baca Juga : Kisah Fandina, Gadis Manis yang Hadapi Bullying karena Bibir Sumbing

dr Heni, panggilan akrabnya juga menyarankan, perempuan agar menghindari diet yang ekstrem.

"Yang penting ya makan secukupnya dan bergizi. Jadi, ketika mereka sudah besar (dewasa) nanti. Mereka sudah siap jadi 'ibu' dalam kondisi tubuh yang sehat. Bayi pun tidak akan mengalami kelainan apapun bila ibunya sehat," sarannya usai acara memperingati Bulan Kepedulian Sumbing dan Kelainan Craniofacial Lainnya di RSCM Kencana, Jakarta pada Kamis (27/7/2017).

Berawal dari Ajakan Salat untuk Siswinya, Guru Agama di Parepare Divonis Penjara

Publik Netizen - PAREPARE - Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 3 Parepare, Darmawati divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare atas kasus pemukulan terhadap siswinya berinisial AY. Dia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dan 7 bulan percobaan.

Kasus ini sendiri terjadi pada Februari 2017, ketika Darma mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Salat Dhuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan salat di Musala.

"Saya tegur mereka dan mengibas siswi yang tidak shalat dengan mukenah. Ternyata atas peristiwa tersebut, salah seorang siswi melapor. Padahal saya tegur hanya untuk kebaikannya dan menggugurkan kewajiban saya sebagai orang tuanya di sekolah," jelas dia.
Guru Agama di Parepare Divonis Penjara

Sementara itu, salah seorang guru di SMA Negeri 5 Parepare yang enggan namanya dicantumkan mengaku prihatin dengan vonis yang diberikan hakim kepada Darmawati.

"Padahal visum dokter tidak ada memar atau luka apapun di tubuh siswa yang melapor. Kasihan kami para guru jika terus dikriminalisasi untuk perbuatan yang kami lakukan dalam batas kewajaran sebagai tenaga pendidik," kata dia.

Asram AT Djadda, Wakil Dekan Fakultas Hukum Umpar mengaku akan mengawal kasus yang menimpa Darma itu. "Kami akan habis-habisan, sampai betul-betul mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Kami juga menuntut agar nama baik Bu Darma dipulihkan," kata dia.

Kisah Fandina, Gadis Manis yang Hadapi Bullying karena Bibir Sumbing

Publik Netizen - Di balik kecantikan perempuan muda berjilbab ini, ia harus berjuang menghadapi sumbing (celah) pada bibir dan lelangit (langit-langit mulut). Sejak lahir, Fandina, 23 tahun, mengalami ketidaksempurnaan terbentuknya struktur bibir dan lelangit sumbing.

Ia juga harus mengalami bullying karena kondisinya. Walaupun penyebab sumbing belum diketahui secara pasti. Fandina menceritakan, kalau pemicu sumbing karena sang ibu saat mengandung dirinya minum obat yang tidak jelas keasliannya.

"Mama pernah obat di suatu lokasi di Kebon Kacang, Tanah Abang. Tapi kayaknya itu obat palsu. Obatnya tiruan gitu. Karena ragu, akhirnya, Mama periksa ke dokter. Dokter ngasih tahu, kalau saya lahir akan terkena bibir dan lelangit sumbing," cerita Fandina saat berbagi pengalamannya dalam acara  Bulan Kepedulian Sumbing dan Kelainan Craniofacial Lainnya di RSCM Kencana, Jakarta, ditulis Jumat (28/7/2017).

Menurut yang diceritakan sang ibu, selang beberapa hari setelah lahir, Fandina langsung menjalani operasi sumbing. Ia tidak ingat secara pasti, kapan dirinya operasi sumbing yang pertama kalinya.

Yuk Mengenal Asgardia, Negara Luar Angkasa yang Diburu Ribuan WNI

Publik Netizen - Meski baru hanya konsep, nama Asgardia sudah diburu banyak orang. Bagaimana tidak, Asgardia diklaim akan menjadi negara pertama yang akan berdiri di luar angkasa. Negara tersebut pertama kali didirikan oleh ilmuwan asal Rusia bernama Igor Ashurbeyli.

Asgardia memang belum resmi berdiri. Namun, "pemerintah" negara tersebut sudah mengadakan proses seleksi calon penduduk.

Mereka memperkenankan siapa pun--penduduk dari semua negara yang ada di Bumi--mendaftar ke negara antariksa ini. Sampai sekarang, sudah ada lebih dari setengah juta penduduk Bumi yang mendaftar jadi warga Asgardia.
Yuk Mengenal Asgardia, Negara Luar Angkasa yang Diburu Ribuan WNI

Sejak pendaftaran dibuka, ada 270 ribu penduduk Bumi mendaftarkan diri. Yang cukup menarik, Warga Negara Indonesia (WNI) turut memegang porsi besar dalam pendaftaran Asgardia.

Menurut informasi yang diungkap di laman resmi Asgardia, Kamis (27/7/2017), ada 5.978 WNI yang mendaftarkan diri menjadi Asgardian--julukan untuk calon warga negara tersebut.

Adapun jika dipecah, ribuan WNI calon Asgardia yang sudah mendaftar 84 persennya adalah laki-laki, sedangkan 16 persennya adalah wanita.

Dari peta yang ada di laman web-nya, tampak persebaran pendaftar di Indonesia tersebar di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan kota-kota lain di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.
peta Asgardia, Negara Luar Angkasa yang Diburu Ribuan WNI

Mengacu dari laman web tersebut, ada 855 orang dari Jakarta yang mendaftarkan diri untuk menjadi penduduk Asgardia. Disusul Bandung dengan 343 orang, Surabaya sebanyak 248 orang, Tangerang sebanyak 240 orang, dan Bekasi ada 231 orang.

Rabu, 26 Juli 2017

Nasehat Ibu Irena Handono Mantan biarawati yang sekarang jadi ustadzah: Jangan Tinggalkan Anak di Rumah demi Karir

Publik Netizen - Mantan biarawati menilai keliru jika para wanita lebih suka bekerja di kantor atau pabrik. Padahal Ibu Rumah tangga itu pekerjaan mulia dan pendidikan yang utama
Orangtua mana yang ingin anak-anaknya terjerumus ke lembah kenistaan dan kesesatan? Tak satupun orangtua di dunia ini menginginkannya. Jika pun ada, mungkin itu sebuah kegilaan.

Demikian salah satu kajian “Wahai Bunda Didiklah Aku dalam Islam” yang dibawakan oleh Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Muhtadin dan Forum Komunikasi Lembaga Pembina Muallaf, Irena Handono belum lama ini.

Menurutnya, mendidik anak di era seperti ini dibutuhkan ekstra pengawalan. Jika perlu dari tidur hingga bangun tidur kita memantaunya.
Perilaku anak mayoritas ditentukan oleh seorang ibu. Sebab ibu-lah yang menurut banyak psikolog lebih mengerti sentuhan emosional anak.

“Ibu banyak meninggalkan pekerjaan utamanya mengurus anak. Andai memiliki baju bagus, tapi baju tersebut diletakan di lemari pembantu, bagaimana perasaannya? Tentu tidak ikhlas, bukan?” demikian ujar lulusan dari Seminari Agung (Institut Filsafat Teologia Katolik) ini.

Pendiri Irena Center ini mencontohkan, di dalam dunia yang kini penuh dengan modernisme, liberalisme dan sekulerisme, keberadaan seorang ibu saat ini terasa jauh bagi anak, bahkan seolah “tidak ada”.
Untuk mengurus anak saja seorang ibu saat ini sudah membutuhkan baby sitter.


Dalih ini yang dipakai kebanyakan ibu untuk melancarkan karirnya di luar. Padahal peran ibu di rumah tangga sangat dibutuhkan.
Mantan biarawati keturunan Thionghoa ini menitipkan pesan moral para para ibu tentang mendidik anak.
Ia menganalogikan seorang anak bagaikan gaun yang sangat mahal dan mesti dijaga super ketat.

“Mahal mana, gaun dengan putra dan putri kita yang dipercaya oleh baby sitter? Anak jangan dititipi oleh orang yang ‘tidak terpelajar’,” ujarnya pada hidayatullah.com.

Kasus Jepang
Ia mencontohkan Negara Jepang adalah Negara yang pernah mengalami degradasi moral karena terkikisnya rasa nasionalismenya oleh Barat.
Bahkan kala itu Kimono sudah tidak dianggap lagi sebagai sebuah kebanggaan. Angka bunuh diri terus meningkat. Tapi seiring waktu berjalan dan daya pikir cepat, Jepang kini kembali dengan menerapkan bahwa ke rumah tangga adalah sebagai pahlawan.

“Tapi Indonesia justru terbalik,” tambahnya.
Irena menyebutkan amanah orangtua di dalam al-Qur’an. ”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah Subhanahu Wata’ala terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” ujarnya mengutip Surat At-Tahrim: 6.

Karenanya, para orangtua disarankan memperhatikan ayat ini agar terus termotivasi jauh dari neraka. Sebab pengikisan agama terjadi secara perlahan karena pengaruh budaya dan pola pikir.

“Ikut selangkah demi selangkah. Sehasta demi sehasta. Dan sedepa demi sedepa. Hingga akhirnya mengikuti,” ucap Umi Irena mengutip sebuah hadits.
Agar anak-anak dijauhkan dari pergaulan yang bukan dari ajaran Islam, orangtua juga harus diberitahu dengan cara memberi keteladanan.

Harus disadarkanm bawah orangtua yang “meninggalkan” anaknya di rumah dengan alasan bekerja adalah tidak benar dan resikonya tidak kecil bagi rumah tangga.

“Orangtua harua disadarkan. Keliru jika wanita bekerja di kantor atau pabrik. Sebab Ibu Rumah tangga itu pekerjaan mulia dan pendidikan yang utama,” ujarnya menambahkan.*