Kasus video mesum yang melibatkan wanita muda alumni mahasiswa indonesia ini sedang viral di perbincangkan.Saat ini polisi masih mencoba mendalami kasus tersebarnya video panas ini.
Kabarnya polisi akan mendatangkan sejumlah ahli IT dan antropometri untuk menelusuri kasus ini.
Menurut penyelidikan awal,telah dilakukan screenshoot wajah untuk memastikan bahwa perempuannya adalah alumni mahasiswa universitas indonesia.
Bagaimana nasib hanna setelah video nya tersebar...?
Sampai saat ini belum diketahui persis keberadaan dan kondisi nya...namun salah satu akun media sosial mengaku mengenal hanna sejak SMP dan juga dekat dengan keluarga nya,terutama dengan kakak hanna anisa.
Sang teman pun sempat meminta kepada para pengguna sosial untuk menghapus video nya..karena saat ini hanna anisa telah mengalami depresi yang sangat berat.
Sudah 1 minggu dia tidak bisa di hubungi dan semua akses media sosial di non aktifkan...yang dikhawatirkan oleh keluarga nya adalah bunuh diri karena kejadian ini.
Publik Netizen merupakan portal berita unik dan menarik yang disari ulang dari berbagai informasi dan media yang dapat dipercaya
Tampilkan postingan dengan label Berita Heboh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Heboh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 November 2017
Rabu, 18 Oktober 2017
Ditatap Terus oleh Buni Yani, Seorang Jaksa Ancam Lapor Polisi
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irfan Wibowo menuding terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani telah menghina persidangan yang digelar di gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (17/10/2017).
"Dalam persidangan terdakwa menatap tim JPU dan saya. Saya sampaikan ke beliau menggunakan kode tangan untuk fokus menatap ke depan," kata Irfan, saat ditemui di sela-sela persidangan, Selasa siang.
Irfan pun kesal ketika permintaannya agar melihat ke depan ke arah hakim tidak digubris oleh Buni Yani. Menurutnya, Buni Yani terus menatap dirinya.
Selain menghina dengan menatap, Irfan mengatakan bahwa terdakwa Buni Yani juga menunjukkan sikap penghinaan menggunakan jarinya.
"Ada simbol tangan yang saya kategorikan sebuah penghinaan kepada JPU. Kita bisa buktikan, ada typing-nya (rekaman)," jelasnya.
Irfan mengaku akan melaporkan Buni Yani ke polisi dengan tuduhan menghina persidangan.
"Ini akan berproses karena penghinaan kepada Jaksa yang melakukan tugas persidangan, tidak bisa dibiarkan. Segera setelah ini akan kita laporkan," tandasnya.
Baca juga: Gara-gara Lirikan Mata Buni Yani, Jaksa Marah di Dalam Sidang
Di tempat yang sama, Aldwin Rahadian, kuasa Hukum Buni Yani membenarkan bahwa ada kontak mata antara kliennya dengan JPU.
"Sebetulnya tadi di tengah persidangan enggak ada apa-apa. Cuma saling liat-liatan saling melotot. Harusnya enggak perlu terjadi. Harus sama-sama menghormati persidangan ini. Karena Pak Buni dari awal memang sudah kesal," tuturnya.
Soal tudingan penghinaan, Aldwin meminta kepada jaksa untuk membuktikannya.
"Saya tantang kalau memang ada rekamannya. Silakan buktikan. Jaksa ini dari awal banyak bohongnya," tandasnya
"Dalam persidangan terdakwa menatap tim JPU dan saya. Saya sampaikan ke beliau menggunakan kode tangan untuk fokus menatap ke depan," kata Irfan, saat ditemui di sela-sela persidangan, Selasa siang.
Irfan pun kesal ketika permintaannya agar melihat ke depan ke arah hakim tidak digubris oleh Buni Yani. Menurutnya, Buni Yani terus menatap dirinya.
Selain menghina dengan menatap, Irfan mengatakan bahwa terdakwa Buni Yani juga menunjukkan sikap penghinaan menggunakan jarinya.
"Ada simbol tangan yang saya kategorikan sebuah penghinaan kepada JPU. Kita bisa buktikan, ada typing-nya (rekaman)," jelasnya.
Irfan mengaku akan melaporkan Buni Yani ke polisi dengan tuduhan menghina persidangan.
"Ini akan berproses karena penghinaan kepada Jaksa yang melakukan tugas persidangan, tidak bisa dibiarkan. Segera setelah ini akan kita laporkan," tandasnya.
Baca juga: Gara-gara Lirikan Mata Buni Yani, Jaksa Marah di Dalam Sidang
Di tempat yang sama, Aldwin Rahadian, kuasa Hukum Buni Yani membenarkan bahwa ada kontak mata antara kliennya dengan JPU.
"Sebetulnya tadi di tengah persidangan enggak ada apa-apa. Cuma saling liat-liatan saling melotot. Harusnya enggak perlu terjadi. Harus sama-sama menghormati persidangan ini. Karena Pak Buni dari awal memang sudah kesal," tuturnya.
Soal tudingan penghinaan, Aldwin meminta kepada jaksa untuk membuktikannya.
"Saya tantang kalau memang ada rekamannya. Silakan buktikan. Jaksa ini dari awal banyak bohongnya," tandasnya
Kamis, 17 Agustus 2017
Ditemukan! Mayat Tanpa Kepala Terdampar di Pantai, KTP Tertulis Warga nganjuk
Publik Netizen - Masyarakat Desa Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, menemukan mayat tanpa kepala terdampar di pantai yang diduga korban tenggelam.
"Tadi ditemukan warga sekitar pukul 05.30 WIB. Sementara dimakamkan di Pemakaman Muslimin Ujung Pandaran. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk proses lebih lanjut oleh polisi," kata Penjabat Kepala Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Muslih di Sampit, Kamis.
Saat ditemukan warga, kondisi mayat sangat memprihatinkan. Selain menimbulkan bau busuk, kondisi tubuh sudah tidak utuh yakni tanpa kepala dan tangan yang sudah tinggal tulang.
Dari kartu tanda penduduk yang ditemukan di dompet korban, korban bernama Muhammad Khanif, dilahirkan di Nganjuk tanggal 17 Mei 1994 dengan alamat Delopo Desa Kepel RY 01 RW 06 Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Juga ditemukan uang Rp2,5 juta.
Dilihat dari pakaian yang dikenakan mirip seragam kerja lapangan, warga menduga korban merupakan anak buah kapal. Korban diduga tenggelam dan meninggal sepekan lalu sehingga mayatnya sudah membusuk.
"Kami berterima kasih kepada Kelompok Masyarakat Garda pesisir yang telah sigap menangani mayat yang ditemukan dan berkoordinasi dengan kepolisian," kata Muslih.
Sebelumnya, warga juga menemukan mayat tanpa kepala dengan kondisi mulai membusuk terdampar di pantai Dusun Cemeti Desa Setiruk Kecamatan Pulau Hanaut, Jumat (28/7) pagi. Mayat tanpa identitas itu kemudian dikuburkan karena tidak ada yang mengenalinya
"Tadi ditemukan warga sekitar pukul 05.30 WIB. Sementara dimakamkan di Pemakaman Muslimin Ujung Pandaran. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk proses lebih lanjut oleh polisi," kata Penjabat Kepala Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Muslih di Sampit, Kamis.
Saat ditemukan warga, kondisi mayat sangat memprihatinkan. Selain menimbulkan bau busuk, kondisi tubuh sudah tidak utuh yakni tanpa kepala dan tangan yang sudah tinggal tulang.
Dari kartu tanda penduduk yang ditemukan di dompet korban, korban bernama Muhammad Khanif, dilahirkan di Nganjuk tanggal 17 Mei 1994 dengan alamat Delopo Desa Kepel RY 01 RW 06 Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Juga ditemukan uang Rp2,5 juta.
Dilihat dari pakaian yang dikenakan mirip seragam kerja lapangan, warga menduga korban merupakan anak buah kapal. Korban diduga tenggelam dan meninggal sepekan lalu sehingga mayatnya sudah membusuk.
"Kami berterima kasih kepada Kelompok Masyarakat Garda pesisir yang telah sigap menangani mayat yang ditemukan dan berkoordinasi dengan kepolisian," kata Muslih.
Sebelumnya, warga juga menemukan mayat tanpa kepala dengan kondisi mulai membusuk terdampar di pantai Dusun Cemeti Desa Setiruk Kecamatan Pulau Hanaut, Jumat (28/7) pagi. Mayat tanpa identitas itu kemudian dikuburkan karena tidak ada yang mengenalinya
Astaga! Jelang Pengibaran Bendera HUT RI, 2 Paskibra Ini Meninggal Dunia
Menjadi anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) merupakan sebuah kebanggan tersendiri.
Dibutuhkan kemampuan yang mumupni serta fisik yang sehat agar lolos menjadi tim paskibra.
Tim Paskibra memang dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelum hari kemerdekaan Indonesia tiba.
Setelah terpilih, biasanya para anggota berlatih secara rutin agar saat pengibaran bendera pasukan pengibar bendera terlihat rapi , kompak dan sukses.
Namun, kini menjelang 17 Agustus 2017, dimana saat dirgahayu Indonesia ke 72 harus ada sebuah cerita duka.
Inilah dua wanita anggota paskibra yang meninggal dunia
1. Sosok Aritya
Aritya Syamsuddin merupakan pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia mengeluh sakit lalu dilarikan RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, setelah dirawat dua malam, sejak Minggu (13/8/2017).
Dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.
Almarhumah yang tergabung di pasukan 17
Artiya merupakan anak dari Staf Kantor Camat Mangkutana, Syamsuddin Losong.
Aritya adalah siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu Timur yang dulunya bernama SMAN 1 Mangkutana.
Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 12, Aritya masih mengikuti latihan.
Minggu (13/8/2017) dinihari, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak nafas.
"Informasi dari orangtuanya tiba tiba sesak (nafas)," kata Awaluddin dihubungi TribunLutim.com, Selasa (15/8/2017).
Suasana haru saat pemakaman sangat terasa.
Puluhan anggota Paskibra Mangkutana berseragam paskibra menggotong dan mengiringi keranda almarhumah menuju tempat pemakaman.
Rasa haru dan tangis sesama anggota paskibra, teman, sahabat dan keluarga Aritya mengiringi proses pemakaman.
2. Aknes Yurikho
Aknes Yurikho merupakan anggota paskibra kota Palu.
Palu Aknes Yuriko juga dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/8) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Ia meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16.
Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi ini dikenal ceria dan selalu bersemangat
Saat terbaring di rumah sakit Aknes masih sempat mengunggah status di akun facebooknya 23 Juli lalu
Saat itu Aknes sempat menuliskan keinginannya untuk kembali berlatih bersama rekan-rekannya.
"PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini."
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah awalnya hanya sakit gigi.
Setelah itu, orang tuanya membawa almarhumah ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan.
Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari lalu menghembuskan napas terakhirnya.
“Keinginnanya ikut paskibra sangat besar meski dia sakit,” ujar Maat Suprianto.
Dibutuhkan kemampuan yang mumupni serta fisik yang sehat agar lolos menjadi tim paskibra.
Tim Paskibra memang dipersiapkan sejak beberapa bulan sebelum hari kemerdekaan Indonesia tiba.
Setelah terpilih, biasanya para anggota berlatih secara rutin agar saat pengibaran bendera pasukan pengibar bendera terlihat rapi , kompak dan sukses.
Namun, kini menjelang 17 Agustus 2017, dimana saat dirgahayu Indonesia ke 72 harus ada sebuah cerita duka.
Inilah dua wanita anggota paskibra yang meninggal dunia
1. Sosok Aritya
Aritya Syamsuddin merupakan pasukan pengibar bendera (paskibra) Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Ia mengeluh sakit lalu dilarikan RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, setelah dirawat dua malam, sejak Minggu (13/8/2017).
Dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.
Almarhumah yang tergabung di pasukan 17
Artiya merupakan anak dari Staf Kantor Camat Mangkutana, Syamsuddin Losong.
Aritya adalah siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu Timur yang dulunya bernama SMAN 1 Mangkutana.
Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu tanggal 12, Aritya masih mengikuti latihan.
Minggu (13/8/2017) dinihari, dia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sesak nafas.
"Informasi dari orangtuanya tiba tiba sesak (nafas)," kata Awaluddin dihubungi TribunLutim.com, Selasa (15/8/2017).
Suasana haru saat pemakaman sangat terasa.
Puluhan anggota Paskibra Mangkutana berseragam paskibra menggotong dan mengiringi keranda almarhumah menuju tempat pemakaman.
Rasa haru dan tangis sesama anggota paskibra, teman, sahabat dan keluarga Aritya mengiringi proses pemakaman.
2. Aknes Yurikho
Aknes Yurikho merupakan anggota paskibra kota Palu.
Palu Aknes Yuriko juga dikabarkan meninggal dunia, Senin (14/8) sekitar pukul 20.30 di RSUD Undata Palu.
Ia meninggal hanya berselang dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-16.
Anak pasangan Maat Suprianto dan Cucu Yuningsi ini dikenal ceria dan selalu bersemangat
Saat terbaring di rumah sakit Aknes masih sempat mengunggah status di akun facebooknya 23 Juli lalu
Saat itu Aknes sempat menuliskan keinginannya untuk kembali berlatih bersama rekan-rekannya.
"PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini."
Berdasar informasi dari pihak keluarga, almarhumah awalnya hanya sakit gigi.
Setelah itu, orang tuanya membawa almarhumah ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan.
Ia dirawat di rumah sakit setelah lima hari lalu menghembuskan napas terakhirnya.
“Keinginnanya ikut paskibra sangat besar meski dia sakit,” ujar Maat Suprianto.
Selasa, 08 Agustus 2017
Mengaku Nabi ke 26, Ibu Paruh baya ini Menghebohkan Netizen
Publik Netizen - Seorang ibu paruh baya menghebohkan warga Makassar karena mendatangi kantor Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan mengaku dirinya sebagai Nabi ke-26 pada Senin, 7 Agustus 2017.
Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, ibu paruh baya tersebut bernama Hadariah, dia merupakan warga Jalan Borong Jambu, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
"Iya memang betul kemarin dia datang, awalnya kita tidak tahu namanya, tapi setelah kita telusuri ternyata namanya Hadariah," kata Muhammad Ilyas, salah seorang staf di Kantor Kelurahan Biring Romang, Selasa, 8 Agustus 2017.
Awalnya, kata Ilyas, Hadariah datang hanya ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun saat diminta membawa pengantar dari ketua RW dan RT, Hadariah malah minta untuk bertemu dengan Lurah Biring Romang, Rahmat.
"Pertama datang dia katanya mau urus KTP, jadi kita minta dia untuk ambil pengantar di RT dan RW-nya. Setelah kami jelaskan syaratnya, ibu itu malah ngotot bertemu Pak Lurah," kata Ilyas.
Salah seorang staf kemudian memanggil Lurah di ruangannya. Lurah kemudian menemui Hadariah. Saat itulah Hadariah mengungkapkan bahwa dirinya adalah nabi utusan Allah yang ke-26.
"Pak Lurah temui, pas ketemu dia mengaku sebagai nabi dan mengatakan bahwa dirinya adalah nabi ke-26," ucap Ilyas.
Saat itu, ucap Ilyas, Lurah Biring Romang kemudian meminta Hadariah untuk membuktikan bahwa dirinya adalah seorang nabi. "Itu ibu lalu keluarkan buku yang dia sebut sebagai kitab," katanya.
Kitab itu merupakan fotokopi dari tulisan tangan yang bertuliskan pesan-pesan keselamatan dunia dan akhirat. Beberapa lembar di antaranya berisi foto-foto dirinya sedang ceramah.
"Kita sempat liat itu kitabnya, ada pesan-pasan keselamatan ada juga foto-foto. Tapi, beberapa tulisan tidak jelas maksudnya," ucap Ilyas.
Muslimin, salah seorang ketua RT yang kebetulan berada di Kantor Kelurahan Biring Romang, sempat meminta Hadariah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun, kalimat syahadat yang terdengar tak seperti lazimnya kalimat syahadat yang tertera pada rukun Islam pertama itu.
"Ada kalimat yang diganti. Saya tidak ingat persis," kata Muslimin.
Foto dan video kedatangan Hadariah ke Kantor Lurah Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, dan mengaku sebagai nabi diunggah salah seorang staf kelurahan di akun Facebook miliknya. Unggahan itu jadi buah bibir setelah dikomentari dan dibagikan ratusan kali.
Sumber : liputan6.com
Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, ibu paruh baya tersebut bernama Hadariah, dia merupakan warga Jalan Borong Jambu, Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
"Iya memang betul kemarin dia datang, awalnya kita tidak tahu namanya, tapi setelah kita telusuri ternyata namanya Hadariah," kata Muhammad Ilyas, salah seorang staf di Kantor Kelurahan Biring Romang, Selasa, 8 Agustus 2017.
Awalnya, kata Ilyas, Hadariah datang hanya ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun saat diminta membawa pengantar dari ketua RW dan RT, Hadariah malah minta untuk bertemu dengan Lurah Biring Romang, Rahmat.
"Pertama datang dia katanya mau urus KTP, jadi kita minta dia untuk ambil pengantar di RT dan RW-nya. Setelah kami jelaskan syaratnya, ibu itu malah ngotot bertemu Pak Lurah," kata Ilyas.
Salah seorang staf kemudian memanggil Lurah di ruangannya. Lurah kemudian menemui Hadariah. Saat itulah Hadariah mengungkapkan bahwa dirinya adalah nabi utusan Allah yang ke-26.
"Pak Lurah temui, pas ketemu dia mengaku sebagai nabi dan mengatakan bahwa dirinya adalah nabi ke-26," ucap Ilyas.
Saat itu, ucap Ilyas, Lurah Biring Romang kemudian meminta Hadariah untuk membuktikan bahwa dirinya adalah seorang nabi. "Itu ibu lalu keluarkan buku yang dia sebut sebagai kitab," katanya.
Kitab itu merupakan fotokopi dari tulisan tangan yang bertuliskan pesan-pesan keselamatan dunia dan akhirat. Beberapa lembar di antaranya berisi foto-foto dirinya sedang ceramah.
"Kita sempat liat itu kitabnya, ada pesan-pasan keselamatan ada juga foto-foto. Tapi, beberapa tulisan tidak jelas maksudnya," ucap Ilyas.
Muslimin, salah seorang ketua RT yang kebetulan berada di Kantor Kelurahan Biring Romang, sempat meminta Hadariah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun, kalimat syahadat yang terdengar tak seperti lazimnya kalimat syahadat yang tertera pada rukun Islam pertama itu.
"Ada kalimat yang diganti. Saya tidak ingat persis," kata Muslimin.
Foto dan video kedatangan Hadariah ke Kantor Lurah Biring Romang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, dan mengaku sebagai nabi diunggah salah seorang staf kelurahan di akun Facebook miliknya. Unggahan itu jadi buah bibir setelah dikomentari dan dibagikan ratusan kali.
Sumber : liputan6.com
Senin, 07 Agustus 2017
MENGEJUTKAN,!! Sapi yang Memeluk Majikannya Sesaat Akan Dikorbankan Menjadi Viral
Publik Netizen - Aksi spontan seekor sapi terhadap seorang perempuan ini menjadi perbincangan warganet di media sosial facebook.
Sapi tersebut menjadi viral setelah video yang direkam dan diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Mohd. Zaidi Desa.
Zaidi yang diketahui berasal dari Changlun, Kedah, telah mengunggah sebuah video beserta gambar seekor sapi memeluk tuannya yang bakal disembelih pada perayaan Hari Raya Aidil Adha.
Zaidi dalam statusnya itu mengatakan, sapi itu memang sayang pada mertuanya itu. Sampai dia sendiri rasa berat hati untuk mengorbankan sapi itu pada Hari Raya Haji nanti.
Tapi itulah, benda yang kita sayang itulah yang harus kita korbankan kan? Tengok besar mana sapi tu sampai dia peluknya tuan nya tu.
Seperti yang kita tahu, hewan yang dikorbankan inilah yang akan jadi tunggangan kita di akhirat sana nanti.
Yang paling kita sayang itu kadang kala harus kita korbankan untuk kebaikan nanti.
Kejadian ini tentunya sangat unik, pasalnya, jika di luar negeri, singa, beruang atau harimau yang memeluk tuannya. Namun, di Malaysia ada sapi yang peluk tuannya.
Namun, video berdurasi duapuluh dua detik yang dikirim sekitar 14 jam lalu ini, kolom komentar sepertinya tidak dibuka untuk publik. Hanya foto yang diunggah di halaman facebooknya tersebut ramai dengan tanggapan dari para warganet.
Facebaook : Mohd Zaidi Bin Desa
Foto yang diunggah pada 4 Agustus 2017, sekitar pukul 07.37 waktu setempat, sudah dibagikan sebanyak 302 kali dengan 1.200 tanggapan. Tak hanya itu, foto tersebut terdapat sekitar 72 komentar.
Sapi tersebut menjadi viral setelah video yang direkam dan diunggah oleh seorang pengguna Facebook bernama Mohd. Zaidi Desa.
Zaidi yang diketahui berasal dari Changlun, Kedah, telah mengunggah sebuah video beserta gambar seekor sapi memeluk tuannya yang bakal disembelih pada perayaan Hari Raya Aidil Adha.
Zaidi dalam statusnya itu mengatakan, sapi itu memang sayang pada mertuanya itu. Sampai dia sendiri rasa berat hati untuk mengorbankan sapi itu pada Hari Raya Haji nanti.
Tapi itulah, benda yang kita sayang itulah yang harus kita korbankan kan? Tengok besar mana sapi tu sampai dia peluknya tuan nya tu.
Seperti yang kita tahu, hewan yang dikorbankan inilah yang akan jadi tunggangan kita di akhirat sana nanti.
Yang paling kita sayang itu kadang kala harus kita korbankan untuk kebaikan nanti.
Kejadian ini tentunya sangat unik, pasalnya, jika di luar negeri, singa, beruang atau harimau yang memeluk tuannya. Namun, di Malaysia ada sapi yang peluk tuannya.
Namun, video berdurasi duapuluh dua detik yang dikirim sekitar 14 jam lalu ini, kolom komentar sepertinya tidak dibuka untuk publik. Hanya foto yang diunggah di halaman facebooknya tersebut ramai dengan tanggapan dari para warganet.
Facebaook : Mohd Zaidi Bin Desa
Foto yang diunggah pada 4 Agustus 2017, sekitar pukul 07.37 waktu setempat, sudah dibagikan sebanyak 302 kali dengan 1.200 tanggapan. Tak hanya itu, foto tersebut terdapat sekitar 72 komentar.
Perhatikan! Inilah VIDEO dan Wajah Pengeroyok yang Bakar Pria Yang Dituduh Nyolong Ampli di Bekasi
Publik Netizen - Aksi main hakim sendiri secara brutal yang telah memakan korban nyawa seorang pria di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum lama ini, menjadi heboh setalah beberapa orang mengunggah foto - foto orang yang dibakar secara sadis sama masa yang marah.
Gara-gara dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) musala, pria malang itu dikeroyok beramai-ramai oleh massa yang tersulut emosi.
Setelah tak berdaya, pria yang diketahui seorang teknisi alat elektronik itu dibakar hingga kondisinya tewas mengenaskan.
Banyak kalangan menyesalkan aksi brutal massa yang tidak berperikemanusiaan itu. Para pelaku pengeroyokan dituntut bertanggung jawab akibat perbuatan sadisnya yang terjadi di sekitar musala di wilayah Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Nah, dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Dewa Khoirul Mahabah, terlihat jelas wajah-wajah terduga pengeroyok dan pembakar korban. Rekaman video tersebut setidaknya dapat menjadi barang bukti bagi aparat kepolisian untuk memburu dan menangkap para pelaku sadis tersebut.
Gara-gara dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) musala, pria malang itu dikeroyok beramai-ramai oleh massa yang tersulut emosi.
Setelah tak berdaya, pria yang diketahui seorang teknisi alat elektronik itu dibakar hingga kondisinya tewas mengenaskan.
Banyak kalangan menyesalkan aksi brutal massa yang tidak berperikemanusiaan itu. Para pelaku pengeroyokan dituntut bertanggung jawab akibat perbuatan sadisnya yang terjadi di sekitar musala di wilayah Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Nah, dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Dewa Khoirul Mahabah, terlihat jelas wajah-wajah terduga pengeroyok dan pembakar korban. Rekaman video tersebut setidaknya dapat menjadi barang bukti bagi aparat kepolisian untuk memburu dan menangkap para pelaku sadis tersebut.
Sabtu, 05 Agustus 2017
"Alhamdulillah" Polisi Akhirnya Temukan Titik Terang Pembakar Pria Hidup-Hidup di Bekasi
Publik Netizen - Penyidik Polres Bekasi mulai menemukan titik terang kasus pengeroyokan dan pembakaran terhadap M Alzahra atau Joya (30) di Pasar Muara, Kabupaten Bekasi, Selasa 1 Agustus 2017 lalu. Beberapa terduga pelaku telah teridentifikasi.
Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi, termasuk istri Joya. Namun belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan pria yang dituding mencuri amplifier musala ini.
"Kita tangani peristiwa pembakaran ini, istri korban sudah kita periksa, dan saksi warga yang mengetahui sudah kami periksa," ujar Asep saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Dari keterangan sejumlah saksi, ucap Asep, polisi telah mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan pembakaran hidup-hidup tersebut. Namun pihaknya enggan membeberkan jumlah dan inisial terduga pelaku pembakaran tersebut.
"Yang pasti sudah mengarah ke beberapa orang yang kita curigai ya," ucap dia.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus pembakaran ini, meski korban diduga kuat sebagai pencuri amplifier di sebuah musala. Sebab bagaimanapun, aksi main hakim sendiri merupakan tindakan pidana.
"Kami tangani betul masalah pengeroyokan itu. Intinya sudah kami sambangi, kita berikan rasa simpatik. Biar bagaimanapun, orang yang diduga sebagai pelaku ini adalah korban amuk massa," kata Asep.
Baca Juga : Inilah Jeritan Istri Korban Pembakaran Hidup-Hidup
Seorang pria diamuk massa dan dibakar hidup-hidup di kawasan Pasar Muara, Bekasi. Pria yang belakangan diketahui bernama M Alzahra atau Joya ini diduga mencuri amplifier atau mesin pengeras suara di Musala Al Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Pria yang diketahui bekerja sebagai tukang reparasi amplifier itu akhirnya meregang nyawa di tengah kobaran api.
Sumber - Liputan6.com
Kapolres Bekasi Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi, termasuk istri Joya. Namun belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan pria yang dituding mencuri amplifier musala ini.
"Kita tangani peristiwa pembakaran ini, istri korban sudah kita periksa, dan saksi warga yang mengetahui sudah kami periksa," ujar Asep saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Dari keterangan sejumlah saksi, ucap Asep, polisi telah mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan pembakaran hidup-hidup tersebut. Namun pihaknya enggan membeberkan jumlah dan inisial terduga pelaku pembakaran tersebut.
"Yang pasti sudah mengarah ke beberapa orang yang kita curigai ya," ucap dia.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus pembakaran ini, meski korban diduga kuat sebagai pencuri amplifier di sebuah musala. Sebab bagaimanapun, aksi main hakim sendiri merupakan tindakan pidana.
"Kami tangani betul masalah pengeroyokan itu. Intinya sudah kami sambangi, kita berikan rasa simpatik. Biar bagaimanapun, orang yang diduga sebagai pelaku ini adalah korban amuk massa," kata Asep.
Baca Juga : Inilah Jeritan Istri Korban Pembakaran Hidup-Hidup
Seorang pria diamuk massa dan dibakar hidup-hidup di kawasan Pasar Muara, Bekasi. Pria yang belakangan diketahui bernama M Alzahra atau Joya ini diduga mencuri amplifier atau mesin pengeras suara di Musala Al Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Pria yang diketahui bekerja sebagai tukang reparasi amplifier itu akhirnya meregang nyawa di tengah kobaran api.
Sumber - Liputan6.com
Sabtu, 29 Juli 2017
Merinding! Ini Foto-foto Suasana Puluhan Ribu Umat Islam Tumpah Ruah Hadiri Aksi Damai 287
Puluhan Ribu massa peserta Aksi 287 melakukan longmarch. Usai menunaikan salat Jumat (28/72017) di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, massa Aksi 287 melakukan longmarch menuju gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Dengan melantunkan Takbir, sholawat, peserta aksi yang membawa bendera tauhid mengibarkan sembari berjalan.
Mayoritas peserta laki-laki mengenakan baju koko berwarna putih dan tak ketinggalan kopiah di kepalanya. Tak hanya kaum Adam, perempuan pun ikut ambil bagian dalam aksi yang dikoordinir Presidium 212.
Massa Aksi 287 menolak Perppu nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Perppu ini telah memakan korban ormas HTI yang secara semena-mena tanpa proses peradilan dibubarkan sepihak. Mereka menilai penerbitan Perppu Ormas sebagai bentuk kembalinya rezim otoriter ala Orba.
Berikut foto-foto puluhan ribu umat islam tumpah ruah dalam aksi 287 di Jakarta:
Sebarkan..!!!
Dengan melantunkan Takbir, sholawat, peserta aksi yang membawa bendera tauhid mengibarkan sembari berjalan.
Mayoritas peserta laki-laki mengenakan baju koko berwarna putih dan tak ketinggalan kopiah di kepalanya. Tak hanya kaum Adam, perempuan pun ikut ambil bagian dalam aksi yang dikoordinir Presidium 212.
Massa Aksi 287 menolak Perppu nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Perppu ini telah memakan korban ormas HTI yang secara semena-mena tanpa proses peradilan dibubarkan sepihak. Mereka menilai penerbitan Perppu Ormas sebagai bentuk kembalinya rezim otoriter ala Orba.
Berikut foto-foto puluhan ribu umat islam tumpah ruah dalam aksi 287 di Jakarta:
Sebarkan..!!!
Ust. Haikal: Ente Ulama Apa Setan? Protes Sorban, Jenggot tapi tak Pernah Protes Rok Mini & Situs P0rn0!
Publik Netizen - Ustad Haikal Hasan Heran dengan oknum yang mengaku Ulama.Ngakunya Ulama tapi protes dengan dan mempermasalahkan sorban, Namun tidak pernah memprotes pakaian membuka aurat seperti rok mini, tanktop bahkan situs p0rn0.
Menurut Ustad Haikal Hasan Ulama macam apa ini?.Jangan-jangan ini setan yang berkedok Ulama, berpura-pura menjadi dan mengaku Ulama.Sebab hal-hal yang merusak dan dilarang oleh agama di biarkan dan hal-hal yang akan memperkuat kedudukan agama lansung di protes habis-habisan.
“Ada lho yg masalahkan sorban, jubah/gamis, jenggot, namun gak pernah masalahkan tanktop, rok mini, situs porno… Ente ulama apa SETAN sih?” kata aktivis Islam Haikal Hasan di akun Twitter-nya @haikal_hassan.
Kicauan ustd Haikal itu diretweet 1.739 dan dilike 1.612 followers.
Menurut penilaian netize yang menjadi follower kicauan Haikal Hasan itu ditujukan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
"Ust. menghina Said Agil dong… Katanya lebih baik liat gitu…banyak Istighfar..drpd yg radikal." ungkap akun @harimawon
"Singkat padat dan nonjok. Mantap Pak." ungkap @opinisemut.
"Ulama palsu..diotak, uang..uang..uang..jualan lbh baik kok.." ungkap akun @islanrizki.
" ulama' su' lebih berbahaya dr pd dajjal.ciri2x,klo liat uang matanya biru." ungkap akun @alie_barbar.
"Nama nya aja kiyai gadongan,rezim skrg kan seneng sm kiyai2 kyk si aqil" ungkap akun @EdyRafael7. [***]
Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Menurut Ustad Haikal Hasan Ulama macam apa ini?.Jangan-jangan ini setan yang berkedok Ulama, berpura-pura menjadi dan mengaku Ulama.Sebab hal-hal yang merusak dan dilarang oleh agama di biarkan dan hal-hal yang akan memperkuat kedudukan agama lansung di protes habis-habisan.
“Ada lho yg masalahkan sorban, jubah/gamis, jenggot, namun gak pernah masalahkan tanktop, rok mini, situs porno… Ente ulama apa SETAN sih?” kata aktivis Islam Haikal Hasan di akun Twitter-nya @haikal_hassan.
Kicauan ustd Haikal itu diretweet 1.739 dan dilike 1.612 followers.
Menurut penilaian netize yang menjadi follower kicauan Haikal Hasan itu ditujukan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.
"Ust. menghina Said Agil dong… Katanya lebih baik liat gitu…banyak Istighfar..drpd yg radikal." ungkap akun @harimawon
"Singkat padat dan nonjok. Mantap Pak." ungkap @opinisemut.
"Ulama palsu..diotak, uang..uang..uang..jualan lbh baik kok.." ungkap akun @islanrizki.
" ulama' su' lebih berbahaya dr pd dajjal.ciri2x,klo liat uang matanya biru." ungkap akun @alie_barbar.
"Nama nya aja kiyai gadongan,rezim skrg kan seneng sm kiyai2 kyk si aqil" ungkap akun @EdyRafael7. [***]
Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat
Jumat, 28 Juli 2017
Berawal dari Ajakan Salat untuk Siswinya, Guru Agama di Parepare Divonis Penjara
Publik Netizen - PAREPARE - Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 3 Parepare, Darmawati divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare atas kasus pemukulan terhadap siswinya berinisial AY. Dia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dan 7 bulan percobaan.
Kasus ini sendiri terjadi pada Februari 2017, ketika Darma mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Salat Dhuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan salat di Musala.
"Saya tegur mereka dan mengibas siswi yang tidak shalat dengan mukenah. Ternyata atas peristiwa tersebut, salah seorang siswi melapor. Padahal saya tegur hanya untuk kebaikannya dan menggugurkan kewajiban saya sebagai orang tuanya di sekolah," jelas dia.
Sementara itu, salah seorang guru di SMA Negeri 5 Parepare yang enggan namanya dicantumkan mengaku prihatin dengan vonis yang diberikan hakim kepada Darmawati.
"Padahal visum dokter tidak ada memar atau luka apapun di tubuh siswa yang melapor. Kasihan kami para guru jika terus dikriminalisasi untuk perbuatan yang kami lakukan dalam batas kewajaran sebagai tenaga pendidik," kata dia.
Asram AT Djadda, Wakil Dekan Fakultas Hukum Umpar mengaku akan mengawal kasus yang menimpa Darma itu. "Kami akan habis-habisan, sampai betul-betul mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Kami juga menuntut agar nama baik Bu Darma dipulihkan," kata dia.
Kasus ini sendiri terjadi pada Februari 2017, ketika Darma mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Salat Dhuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan salat di Musala.
"Saya tegur mereka dan mengibas siswi yang tidak shalat dengan mukenah. Ternyata atas peristiwa tersebut, salah seorang siswi melapor. Padahal saya tegur hanya untuk kebaikannya dan menggugurkan kewajiban saya sebagai orang tuanya di sekolah," jelas dia.
Sementara itu, salah seorang guru di SMA Negeri 5 Parepare yang enggan namanya dicantumkan mengaku prihatin dengan vonis yang diberikan hakim kepada Darmawati.
"Padahal visum dokter tidak ada memar atau luka apapun di tubuh siswa yang melapor. Kasihan kami para guru jika terus dikriminalisasi untuk perbuatan yang kami lakukan dalam batas kewajaran sebagai tenaga pendidik," kata dia.
Asram AT Djadda, Wakil Dekan Fakultas Hukum Umpar mengaku akan mengawal kasus yang menimpa Darma itu. "Kami akan habis-habisan, sampai betul-betul mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Kami juga menuntut agar nama baik Bu Darma dipulihkan," kata dia.
Selasa, 25 Juli 2017
Mantan Menlu Israel: Selangkah Lagi Israel Menuju Pertempuran Melawan Umat Muslim se-Dunia
TEL AVIV– Mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni mengatakan bahwa, Israel berada di ambang pertempuran dengan dunia Muslim. Pernyataanya ini muncul di tengah berlangsungnya aksi protes umat Islam atas tindakan Isreal yang memperketat akses masuk ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
Livni mengatakan bahwa selangkah lagi Israel akan mengubah konflik dengan Palestina menjadi pertempuran melawan umat Islam sedunia. Ia berpendapat Presiden Benjamin Netanyahu harus mengambil langkah agar hal semacam itu dapat dicegah.
“Selangkah lebih jauh, Israel akan mengubah konflik melawan Palestina menjadi peristiwa Muslim sedunia melawan Israel,” ungkapnya.
Ketegangan memuncak ketika Israel menutup total akses masuk ke Al-Aqsa pekan lalu. Beberapa hari kemudian, akses kembali dibuka dengan harus melewati metal detektor. Namun, solat Jumat tetap tak diizinkan lantas solat terpaksa dilaksanakan di luar komplek Al-Aqsa.
Sejak saat itu, kemarahan umat Islam semakin meluap. Sejumlah pemimpin Palestina juga berpendapat bahwa cara itu bertujuan untuk memperluas kontrol Israel di wilayah tersebut.
Umat Islam sedunia lantas menggelar aksi protes serentak pada Jumat (21/07/2017) kemarin, terhadap Israel. Hari itu kemudian dikenal sebagai ‘Day of Rage’ atau hari kemarahan. Sebagai tanggapan atas aksi itu, Israel justru melarang pria Muslim berusia dibawah 50 tahun untuk masuk ke Kota Tua Yerusalem, tempat dimana Al-Aqsa berada.[]
Sumber:Sputnik
Livni mengatakan bahwa selangkah lagi Israel akan mengubah konflik dengan Palestina menjadi pertempuran melawan umat Islam sedunia. Ia berpendapat Presiden Benjamin Netanyahu harus mengambil langkah agar hal semacam itu dapat dicegah.
“Selangkah lebih jauh, Israel akan mengubah konflik melawan Palestina menjadi peristiwa Muslim sedunia melawan Israel,” ungkapnya.
Ketegangan memuncak ketika Israel menutup total akses masuk ke Al-Aqsa pekan lalu. Beberapa hari kemudian, akses kembali dibuka dengan harus melewati metal detektor. Namun, solat Jumat tetap tak diizinkan lantas solat terpaksa dilaksanakan di luar komplek Al-Aqsa.
Sejak saat itu, kemarahan umat Islam semakin meluap. Sejumlah pemimpin Palestina juga berpendapat bahwa cara itu bertujuan untuk memperluas kontrol Israel di wilayah tersebut.
Umat Islam sedunia lantas menggelar aksi protes serentak pada Jumat (21/07/2017) kemarin, terhadap Israel. Hari itu kemudian dikenal sebagai ‘Day of Rage’ atau hari kemarahan. Sebagai tanggapan atas aksi itu, Israel justru melarang pria Muslim berusia dibawah 50 tahun untuk masuk ke Kota Tua Yerusalem, tempat dimana Al-Aqsa berada.[]
Sumber:Sputnik
Benarkah Banser Siap Serbu Tentara Israel? Yuk Baca..
Publik Netizen - sosial media facebook lagi banyak beredar kalau Ormas Banser bakal ikut menyerbu israel untuk membela muslim disana, berita ini Publik Netizen kutip dari mediajatim.com
Barisan Ansor Serba Guna (Banser) menyatakan kesiapannya menyerbu Negara Israel. Itu menyusul kebiadaban bangsa Yahudi tersebut yang terus menerus terhadap Negara Palestina.
“Kami siap jihad. Kami siap menyerahkan jiwa raga demi membela saudara muslim kita yang ditindas oleh kaum Yahudi di Palestina,” ujar Kepala Satkoryon Banser GP Ansor Kadur Pamekasan, Sulaiman, Ahad (23/7).
Diterangkan, dirinya tidak sendirian. Kader-kader Banser di daerahnya punya komitmen bersama. Tinggal menunggu instruksi dari pimpinan Banser di pusat.
“Jika ada instruksi dari pengurus pusat, kami siap tempur. Jika tidak ada instruksi, kami tidak akan tinggal diam, kami akan membantu saudara kita dengan doa,” tegas Sulaiman.
Untuk diketahui, pasukan Israel kembali berulah. Saat ini, mereka melarang keras warga Palestina shalat di Masjid Al-Aqsha. Bahkan, shalat Jumat pun harus dilakukan di lapangan terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, sudah terdapat tiga korban dari warga muslim Palestina. Ketegangan berlangsung sengit. Tidak menutup kemungkinan bakal kembali jatuhnya korban jiwa.
Penulis: Nur Aini
Barisan Ansor Serba Guna (Banser) menyatakan kesiapannya menyerbu Negara Israel. Itu menyusul kebiadaban bangsa Yahudi tersebut yang terus menerus terhadap Negara Palestina.
“Kami siap jihad. Kami siap menyerahkan jiwa raga demi membela saudara muslim kita yang ditindas oleh kaum Yahudi di Palestina,” ujar Kepala Satkoryon Banser GP Ansor Kadur Pamekasan, Sulaiman, Ahad (23/7).
Diterangkan, dirinya tidak sendirian. Kader-kader Banser di daerahnya punya komitmen bersama. Tinggal menunggu instruksi dari pimpinan Banser di pusat.
“Jika ada instruksi dari pengurus pusat, kami siap tempur. Jika tidak ada instruksi, kami tidak akan tinggal diam, kami akan membantu saudara kita dengan doa,” tegas Sulaiman.
Untuk diketahui, pasukan Israel kembali berulah. Saat ini, mereka melarang keras warga Palestina shalat di Masjid Al-Aqsha. Bahkan, shalat Jumat pun harus dilakukan di lapangan terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, sudah terdapat tiga korban dari warga muslim Palestina. Ketegangan berlangsung sengit. Tidak menutup kemungkinan bakal kembali jatuhnya korban jiwa.
Penulis: Nur Aini
Waduh kalau begini, ini tentang Beras Oplosan atau Informasi Oplosan?
Publik Netizen - Hari-hari ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tampaknya harus bekerja keras untuk membuktikan kebenaran tuduhan bahwa PT Indo Beras Unggul (IBU) melakukan pengoplosan beras bersubsidi menjadi beras premium yang dijual dengan harga mahal. Negara dikatakan rugi ratusan triliun rupiah, sedangkan fakta menunjukkan omzet IBU hanya empat triliun per tahun.
Kalau tidak bisa membuktikannya, Pak Tito akan kehilangan muka, kredibilitas dan bahkan bisa kehilangan jabatan. Kalau kehilangan muka, mungkin bisa diganti dengan muka baru. Kehilangan jabatan, bisa dibuatkan jabatan baru. Yang berat adalah kehilangan kredibilitas, apa ada yang mau kasih kredit baru?.
Jelasnya, harus kerja keras untuk menghadapi serangan balik IBU. Mungkin, inilah kecerobohan tingkat tinggi dengan risiko tinggi.
IBU membantah tuduhan polisi dengan data yang lengkap. Kemudian, bantahan itu didukung oleh sejumlah pejabat tinggi dan banyak anggota DPR dari berbagai partai. Dukungan kepada IBU juga sangat deras datang dari netizen.
Bulog, kata Mensos Khofifah Indar Parawangsa, memastikan IBU tidak mengoplos rastra (dulu raskin) yang diperuntukkan bagi kalangan tak mampu. Kemudian, bermunculan fakta-fakta bahwa IBU membeli beras dari petani dengan harga jauh lebih tinggi dari harga beli Bulog. Praktik IBU ini sangat membantu petani.
Seterusnya, ada sejumlah testimoni (kesaksian) dari orang-orang yang sudah berpengalaman berbisnis beras. Intinya, apa yang dilakukan IBU dalam pengolahan gabah sampai menjadi beras premium merupakan praktik yang wajar. Tidak ada yang harus dipersoalkan.
Semula dituduhkan bahwa IBU mengemas beras bersubsidi IR64 dengan harga beli Rp6,000 sampai Rp7,000 per kilo menjadi beras premium dengan harga jual Rp20,000 per kilo. Maknyuss dan Ayam Jago adalah dua label yang dikatakan beras oplosan.
Mantan menteri pertanian, Anton Apriyantono, yang duduk sebagai komisaris PT Tiga Pilar Sejahteran yang merupakan induk IBU, menegaskan bahwa sekarang ini beras IR64 sudah sangat jarang ditemukan. Sudah berganti varitas baru. Anton mengatakan dia akan menuntut pihak-pihak yang menuduh perusahaannya melakukan pengoplosan.
Kenapa penggerebekan beras oplosan itu berbalik menerpa Pak Tito?
Salah satu kemungkinannya adalah bahwa informasi yang disajikan kepada beliau adalah “informasi oplosan”. Informasi yang tidak akurat. Informasi yang menyesatkan. Kata seorang pemerhati, bisa jadi informasi yang dibisikkan oleh tengkulak gabah yang kalah bersaing dengan IBU. Si tengkulak tak sanggup membeli beras dengan harga tinggi dari petani seperti yang dilakukan IBU.
Jadi, kelihatannya kita akan menyaksikan drama baru yang pasti akan seru. Pasti seru, karena Pak Tito dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, harus melanjutkan tuduhan itu dengan “risiko premium” (bukan “risiko rastra”). Kedua, meminta maaf secara terbuka dan, biasanya di negeri lain, diikuti oleh penyerahan jabatan secara sukarela
Kalau tidak bisa membuktikannya, Pak Tito akan kehilangan muka, kredibilitas dan bahkan bisa kehilangan jabatan. Kalau kehilangan muka, mungkin bisa diganti dengan muka baru. Kehilangan jabatan, bisa dibuatkan jabatan baru. Yang berat adalah kehilangan kredibilitas, apa ada yang mau kasih kredit baru?.
Jelasnya, harus kerja keras untuk menghadapi serangan balik IBU. Mungkin, inilah kecerobohan tingkat tinggi dengan risiko tinggi.
IBU membantah tuduhan polisi dengan data yang lengkap. Kemudian, bantahan itu didukung oleh sejumlah pejabat tinggi dan banyak anggota DPR dari berbagai partai. Dukungan kepada IBU juga sangat deras datang dari netizen.
Bulog, kata Mensos Khofifah Indar Parawangsa, memastikan IBU tidak mengoplos rastra (dulu raskin) yang diperuntukkan bagi kalangan tak mampu. Kemudian, bermunculan fakta-fakta bahwa IBU membeli beras dari petani dengan harga jauh lebih tinggi dari harga beli Bulog. Praktik IBU ini sangat membantu petani.
Seterusnya, ada sejumlah testimoni (kesaksian) dari orang-orang yang sudah berpengalaman berbisnis beras. Intinya, apa yang dilakukan IBU dalam pengolahan gabah sampai menjadi beras premium merupakan praktik yang wajar. Tidak ada yang harus dipersoalkan.
Semula dituduhkan bahwa IBU mengemas beras bersubsidi IR64 dengan harga beli Rp6,000 sampai Rp7,000 per kilo menjadi beras premium dengan harga jual Rp20,000 per kilo. Maknyuss dan Ayam Jago adalah dua label yang dikatakan beras oplosan.
Mantan menteri pertanian, Anton Apriyantono, yang duduk sebagai komisaris PT Tiga Pilar Sejahteran yang merupakan induk IBU, menegaskan bahwa sekarang ini beras IR64 sudah sangat jarang ditemukan. Sudah berganti varitas baru. Anton mengatakan dia akan menuntut pihak-pihak yang menuduh perusahaannya melakukan pengoplosan.
Kenapa penggerebekan beras oplosan itu berbalik menerpa Pak Tito?
Salah satu kemungkinannya adalah bahwa informasi yang disajikan kepada beliau adalah “informasi oplosan”. Informasi yang tidak akurat. Informasi yang menyesatkan. Kata seorang pemerhati, bisa jadi informasi yang dibisikkan oleh tengkulak gabah yang kalah bersaing dengan IBU. Si tengkulak tak sanggup membeli beras dengan harga tinggi dari petani seperti yang dilakukan IBU.
Jadi, kelihatannya kita akan menyaksikan drama baru yang pasti akan seru. Pasti seru, karena Pak Tito dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, harus melanjutkan tuduhan itu dengan “risiko premium” (bukan “risiko rastra”). Kedua, meminta maaf secara terbuka dan, biasanya di negeri lain, diikuti oleh penyerahan jabatan secara sukarela
Minggu, 23 Juli 2017
"Luar Biasa" Bocah ini Memakan Segalanya, Dari tisu Toilet Hingga Kotoran Di Lantai
Publik Netizen - Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun yang terus-menerus lapar akibat penyakit langka, akan memakan gulungan kertas toilet jika tidak bisa mendapatkan makanan lain.
Caden Benjamin dari Standerton, Afrika Selatan, memiliki bobot 90 kilogram karena tak bisa berhenti makan. Ia telah didiagnosis dengan sindrom Prader-Willi, penyakit langka yang ditandai dengan dorongan obsesif untuk makan.
"Ia akan memakan apa pun yang bisa ia dapatkan. Bahkan tisu toilet saat tak dapat sesuatu yang bisa dimakan," ujar sang ibu, Zola Benjamin.
Yang paling parah, Caden bahkan akan mengikis kotoran yang ia temukan di lantai dan memakannya jika tak ada lagi yang bisa dimakan. Beberapa tahun lalu, ia terpaksa menjalani trakeotomi dan kini ia mesti bernapas lewat tabung yang dimasukkan ke tenggorokannya.
Sindrom tersebut merupakan kelainan langka yang tak dapat disembuhkan dan menjangkiti ribuan orang di seluruh dunia. Kondisi ini diperparah dengan fakta tubuh mereka membakar kalori lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang normal.
"Awalnya kami tidak tahu apa yang salah dengannya. Sampai salah satu dokter menjalani tes mendalam dan mendiagnosis sindrom tersebut," kata Zola.
Ia menjelaskan bahwa buah hatinya biasa memulai hari dengan makan empat potong roti keju, kemudian satu jam kemudian minum soda dan makan sisa makanan semalam. Selanjutnya, Caden akan makan dua potong besar ayam saat makan siang.
"Tiap jam ia makan. Tapi dengan berat badannya, kami berjuang untuk melakukan diet untuknya."
Melansir dari The Saturday Star, Caden kini menjalani kontrol dari orang tuanya. Sebab, berat badan yang berlebih telah membawa masalah untuknya.
Caden terkadang menangis dan ingin bermain seperti anak-anak lainnya, tapi ia tidak bisa. Hal ini membuatnya depresi dan sulit bergerak serta bernapas.
Caden Benjamin dari Standerton, Afrika Selatan, memiliki bobot 90 kilogram karena tak bisa berhenti makan. Ia telah didiagnosis dengan sindrom Prader-Willi, penyakit langka yang ditandai dengan dorongan obsesif untuk makan.
"Ia akan memakan apa pun yang bisa ia dapatkan. Bahkan tisu toilet saat tak dapat sesuatu yang bisa dimakan," ujar sang ibu, Zola Benjamin.
Yang paling parah, Caden bahkan akan mengikis kotoran yang ia temukan di lantai dan memakannya jika tak ada lagi yang bisa dimakan. Beberapa tahun lalu, ia terpaksa menjalani trakeotomi dan kini ia mesti bernapas lewat tabung yang dimasukkan ke tenggorokannya.
Sindrom tersebut merupakan kelainan langka yang tak dapat disembuhkan dan menjangkiti ribuan orang di seluruh dunia. Kondisi ini diperparah dengan fakta tubuh mereka membakar kalori lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang normal.
"Awalnya kami tidak tahu apa yang salah dengannya. Sampai salah satu dokter menjalani tes mendalam dan mendiagnosis sindrom tersebut," kata Zola.
Ia menjelaskan bahwa buah hatinya biasa memulai hari dengan makan empat potong roti keju, kemudian satu jam kemudian minum soda dan makan sisa makanan semalam. Selanjutnya, Caden akan makan dua potong besar ayam saat makan siang.
"Tiap jam ia makan. Tapi dengan berat badannya, kami berjuang untuk melakukan diet untuknya."
Melansir dari The Saturday Star, Caden kini menjalani kontrol dari orang tuanya. Sebab, berat badan yang berlebih telah membawa masalah untuknya.
Caden terkadang menangis dan ingin bermain seperti anak-anak lainnya, tapi ia tidak bisa. Hal ini membuatnya depresi dan sulit bergerak serta bernapas.
Kamis, 20 Juli 2017
Beredar Video Rekaman Sosok Yang diduga Suami nenek Rohaya "asik-asikan dengan Biduanita Cantik"
Publik Netizen - Cerita Selamat dan Rohaya kembali ramai dibicarakan publik.
Belum juga dingin, ternyata sang suami berbuat ulah dan meninggalkan istrinya dirumah dan ia asyik bersama biduan.
Seperti diketahui, pernikahan pasangan 16 tahun dan 71 tahun Selamat dan Rohaya bikin heboh semua orang.
Betapa tidak, di umur yang terbilang masih sangat muda, Selamat memutuskan menikahi seorang nenek bernama Rohaya, yang sudah berusia 71 tahun.
Kabar pernikahan keduanya pun menyebar hingga sampai ke telinga hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Berita keduanya pun membuat mereka di daulat menjadi bintang tamu di acara Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier
Setelah menjadi tamu di Jakarta, keduanya sempat berkunjung ke Monas sebelum akhirnya bertolak kembali ke kampung halaman mereka di Baturaja.
Pulang ke OKU, Selamat dan Rohaya pun kembali meneruskan hidup di kampung halamannya di OKU Baturaja.
Sempat tak ada kabar terbaru tentang keduanya, netizen justru dihebohkan dengan sebuah kabar mengejutkan.
Kabar tersebut datang dari sosok sang suami.
Seperti yang terlihat dari video di youtube, yang diunggah akun Berita Total, 17 Juli kemarin.
Dalam video tersebut, sosok mirip Selamat yang mengenakan kemeja garis-garis ungu terlihat asyik berjoget ria dengan biduan-biduan.
Meski suasana tampak gelap, namun beberapa kali sinar lampu memperlihatkan dengan jelas pria itu menikmati musik di acara yang diduga acara pernikahan tersebut.
Dalam video, sosok yang diduga Selamat terlihat asyik berjoget di antara kerumunan warga.
Bahkan, ia terlihat menari di dekat salah seorang biduan cantik berbaju biru.
Sekilas, sosok yang diduga Selamat ini nampak berjoget asyik, namun tubuhnya justru sempat tidak seimbang dan terlihat seperti linglung.
Beberapa warga terlihat mengerumuni saat sosok diduga Selamat ini menari di samping wanita yang diyakini adalah seorang biduan.
Bahkan, wanita ini tanpa ragu memegang pundak Selamat dan mengajaknya berjoget bersama, dengan gerakan yang cukup sensual.
Ketika ditelusuri ternyata acara tersebut digelar salah satu warga dari Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (15/7/2017).
Awalnya beberapa netizen meragukan kebenaran dari sosok tersebut, apakah benar Selamat atau bukan.
Akan tetapi beberapa kalimat yang diucapkan warga di dalam video membaut beberapa netizen yakin jika sosok tersebut mungkin benar adalah Selamat.
Seorang wanita dalam video terdengar mengatakan “Artis mano ini, yang nikah dengan nenek-nenek kemaren, mano nenek-nenek itu?"
Ada pula yang terdengar mengatakan "Mbak Chika, Mbak Chika," menirukan kalimat yang diucapkan selamat ketika tampil di Hitam Putih.
Baca juga : Video Bocah Penghina polisi akhirnya ketangkap
Banyak netizen merasa kasihan dengan ulah Selamat yang meninggalkan istrinya di rumah.
Belum juga dingin, ternyata sang suami berbuat ulah dan meninggalkan istrinya dirumah dan ia asyik bersama biduan.
Seperti diketahui, pernikahan pasangan 16 tahun dan 71 tahun Selamat dan Rohaya bikin heboh semua orang.
Betapa tidak, di umur yang terbilang masih sangat muda, Selamat memutuskan menikahi seorang nenek bernama Rohaya, yang sudah berusia 71 tahun.
Kabar pernikahan keduanya pun menyebar hingga sampai ke telinga hampir seluruh masyarakat Indonesia.
Berita keduanya pun membuat mereka di daulat menjadi bintang tamu di acara Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier
Setelah menjadi tamu di Jakarta, keduanya sempat berkunjung ke Monas sebelum akhirnya bertolak kembali ke kampung halaman mereka di Baturaja.
Pulang ke OKU, Selamat dan Rohaya pun kembali meneruskan hidup di kampung halamannya di OKU Baturaja.
Sempat tak ada kabar terbaru tentang keduanya, netizen justru dihebohkan dengan sebuah kabar mengejutkan.
Kabar tersebut datang dari sosok sang suami.
Seperti yang terlihat dari video di youtube, yang diunggah akun Berita Total, 17 Juli kemarin.
Dalam video tersebut, sosok mirip Selamat yang mengenakan kemeja garis-garis ungu terlihat asyik berjoget ria dengan biduan-biduan.
Meski suasana tampak gelap, namun beberapa kali sinar lampu memperlihatkan dengan jelas pria itu menikmati musik di acara yang diduga acara pernikahan tersebut.
Dalam video, sosok yang diduga Selamat terlihat asyik berjoget di antara kerumunan warga.
Bahkan, ia terlihat menari di dekat salah seorang biduan cantik berbaju biru.
Sekilas, sosok yang diduga Selamat ini nampak berjoget asyik, namun tubuhnya justru sempat tidak seimbang dan terlihat seperti linglung.
Beberapa warga terlihat mengerumuni saat sosok diduga Selamat ini menari di samping wanita yang diyakini adalah seorang biduan.
Bahkan, wanita ini tanpa ragu memegang pundak Selamat dan mengajaknya berjoget bersama, dengan gerakan yang cukup sensual.
Ketika ditelusuri ternyata acara tersebut digelar salah satu warga dari Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (15/7/2017).
Awalnya beberapa netizen meragukan kebenaran dari sosok tersebut, apakah benar Selamat atau bukan.
Akan tetapi beberapa kalimat yang diucapkan warga di dalam video membaut beberapa netizen yakin jika sosok tersebut mungkin benar adalah Selamat.
Seorang wanita dalam video terdengar mengatakan “Artis mano ini, yang nikah dengan nenek-nenek kemaren, mano nenek-nenek itu?"
Ada pula yang terdengar mengatakan "Mbak Chika, Mbak Chika," menirukan kalimat yang diucapkan selamat ketika tampil di Hitam Putih.
Baca juga : Video Bocah Penghina polisi akhirnya ketangkap
Banyak netizen merasa kasihan dengan ulah Selamat yang meninggalkan istrinya di rumah.
Rabu, 19 Juli 2017
"Ini video Bocah penghina polisi di medsos" Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara atau Denda Rp 1 Miliar
Publik Netizen - Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video seorang remaja dan beberapa anggota polisi yang menangkapnya karna melakukan atau membuat postingan bernada penghinaan terhadap institusi polisi, video yang diunggah oleh akun facebook "Bakti Prawira" sempat heboh dan viral dikalangan netizen dengan berbagai komentar pedas terhadap MHD alias Ganjol tersebut,
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Akbar Bantilan mengatakan, kendati dibawah umur proses hukum terhadap MHB alias Ganjoel, pelaku ujaran kebencian terhadap polisi, tetap berjalan.
Ia telah dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan orangtua, Bapas, dan Lembaga Perlindungan Anak. Kini, polisi telah menetapkan Ganjoel sebagai tersangka.
"Karena masih di bawah umur, tidak dilakukan penahanan dan wajib lapor. Tapi proses hukum terus berjalan. Dalam kasus ini kami menerapkan Undang-undang ITE," terang Akbar Bantilan.
Ganjoel dijerat dengan pasal 27 ayat 3, 28 ayat 2, dan pasal 45 Undang-undang ITE.
Adapun pasal 27 ayat 3 berisi tentang muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.
Pasal 28 sebagaimana diatur dalam pasal 45 memuat tentang penyebar kebencian di jejerain sosial, dan memiliki ancaman yang sama yakni enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.
Silahkan lihat videonya di bawah ini..
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Akbar Bantilan mengatakan, kendati dibawah umur proses hukum terhadap MHB alias Ganjoel, pelaku ujaran kebencian terhadap polisi, tetap berjalan.
Ia telah dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan orangtua, Bapas, dan Lembaga Perlindungan Anak. Kini, polisi telah menetapkan Ganjoel sebagai tersangka.
"Karena masih di bawah umur, tidak dilakukan penahanan dan wajib lapor. Tapi proses hukum terus berjalan. Dalam kasus ini kami menerapkan Undang-undang ITE," terang Akbar Bantilan.
Ganjoel dijerat dengan pasal 27 ayat 3, 28 ayat 2, dan pasal 45 Undang-undang ITE.
Adapun pasal 27 ayat 3 berisi tentang muatan penghinaan atau pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.
Pasal 28 sebagaimana diatur dalam pasal 45 memuat tentang penyebar kebencian di jejerain sosial, dan memiliki ancaman yang sama yakni enam tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.
Silahkan lihat videonya di bawah ini..
Selasa, 18 Juli 2017
Pria Ini Ditangkap Polisi gara-gara Status "Martabak Telor" Polisi: Pelaku Dijerat UU ITE
Publik Netizen - Seorang pria di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, berinisal H (32) ditangkap polisi karena menulis status di Facebook yang dinilai meresahkan masyarakat.
Pria itu tak menyangka jika status isengnya itu berbuntut panjang sehingga harus berurusan dengan polisi. Tak hanya itu, ia juga akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Kejadian berawal saat H melalui akun bernama @Ancha Evus, pada Sabtu 16 Juli 2017 malam, menulis status iseng di Facebook. Ia menulis bahwa Kota Mamuju berstatus Siaga 1, karena ada kasus mutilasi terhadap Martha. Di akhir tulisannya, ia baru mengungkap bahwa Martha yang dimaksud adalah akronim dari marthabak telor.
Kapolres Mamuju, Kombes Muhammad Rifai mengatakan, perbuatan H dinilai telah meresahkan masyarakat, sehingga pihaknya bertindak sesuai hukum. "Ia bermaksud menghibur pengguna Facebook. Namun, hal tetsebut dinilai tidak wajar oleh pihak kepolisian," kata Rifai, Senin (17/7/2017).
Dalam statusnya, H menuliskan:
MAMUJU siaga 1
"Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas.
TRAGISS
Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor.
#slamat ya,, Wkkkwkkk... Hanya hiburan "
Meskipun sifatnya bercanda, namun status tersebut berbuntut panjang hingga akhirnya H ditangkap polisi. Rifai mengatakan, siapapun pihak yang memberikan informasi hoax atau fitnah yang meresahkan, polisi menindaklanjuti berdasarkan hukum yang berlaku.
(Baca juga: Gara-Gara Tulis Status 'Martabak Telor' di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi)
Pelaku H kini masih diperiksa di Mapolres Mamuju. "Pelaku dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Rifai.
Kapolres mengimbau agar masyarakat cerdas dan bijak menggunakan media sosial, jangan sampai menimbulkan keresahan bagi orang lain.
Pria itu tak menyangka jika status isengnya itu berbuntut panjang sehingga harus berurusan dengan polisi. Tak hanya itu, ia juga akan dijerat dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Kejadian berawal saat H melalui akun bernama @Ancha Evus, pada Sabtu 16 Juli 2017 malam, menulis status iseng di Facebook. Ia menulis bahwa Kota Mamuju berstatus Siaga 1, karena ada kasus mutilasi terhadap Martha. Di akhir tulisannya, ia baru mengungkap bahwa Martha yang dimaksud adalah akronim dari marthabak telor.
Kapolres Mamuju, Kombes Muhammad Rifai mengatakan, perbuatan H dinilai telah meresahkan masyarakat, sehingga pihaknya bertindak sesuai hukum. "Ia bermaksud menghibur pengguna Facebook. Namun, hal tetsebut dinilai tidak wajar oleh pihak kepolisian," kata Rifai, Senin (17/7/2017).
Dalam statusnya, H menuliskan:
MAMUJU siaga 1
"Info dari polres MAMUJU, untuk masyarakat MAMUJU dan sekitarnya diharapkan waspada bila berjalan di malam hari. Tadi malam sekitar jam 00.30 WITA di daerah pasar lama MAMUJU telah ditemukan korban mutilasi bernama Martha. Dia ditemukan dengan kondisi fisik terpotong-potong menjadi 12 bagian. Korban ditemukan warga dengan kondisi terbungkus. Kabarnya sebelum dimutilasi korban dimasukkan ke dalam minyak panas.
TRAGISS
Polisi sedang menyelidiki identitas MARTHA secara lengkap. Menurut info dari warga setempat nama lengkap korban adalah MarthaBak Telor.
#slamat ya,, Wkkkwkkk... Hanya hiburan "
Meskipun sifatnya bercanda, namun status tersebut berbuntut panjang hingga akhirnya H ditangkap polisi. Rifai mengatakan, siapapun pihak yang memberikan informasi hoax atau fitnah yang meresahkan, polisi menindaklanjuti berdasarkan hukum yang berlaku.
(Baca juga: Gara-Gara Tulis Status 'Martabak Telor' di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi)
Pelaku H kini masih diperiksa di Mapolres Mamuju. "Pelaku dijerat dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Rifai.
Kapolres mengimbau agar masyarakat cerdas dan bijak menggunakan media sosial, jangan sampai menimbulkan keresahan bagi orang lain.
Sabtu, 15 Juli 2017
Tak Cuma Telegram, Menkominfo Mau Blokir Semua Media Sosial
Publik Netizen - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pemerintah tidak segan menutup keberadaan media sosial dan file video sharing. Ini jika mereka masih membiarkan arus informasi berkonten negatif tersebar di Indonesia.
Menurut Rudiantara, arus informasi negatif, baik berbau pornografi dan faham - faham radikal, saat ini bertebaran dengan bebas dan mudah dikonsumsi publik.
"Berdasarkan statistik kami, dari 2016 sampai saat ini, permintaan untuk men-take down akun di media sosial maupun file video sharing, 50 persen dilakukan penyedia platform internasional," tegas Rudiantara dalam konfrensi pers 'Deklarasi Antiradikalisme Perguruan Tinggi di Jawa Barat' di Aula Graha Sanusi Universitas Padjajaran Kota Bandung, Jumat, 14 Juli 2017.
Menurutnya, progres platform Internasional dalam menutup akun - akun di Indonesia, sangat disayangkan. Bahkan, proses tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengirimkan utusan ke masing-masing platform.
"Ini mengecewakan bagi kami. Kami meminta pada mereka untuk memperbaiki ini. Bulan puasa kemarin sudah mengutus untuk mendatangi. Kalau tidak ada perbaikan, kita akan serius (menyikapi)," katanya.
Menurutnya, penuntasan akhir dalam menutup konten informasi negatif berada ditangan platform-platform. Rudi menambahkan, dalam penanganan media sosial, pihaknya tidak menyalahkan masyarakat maupun regulasinya. Justru platform yang harus dilibatkan.
"Pemerintah tidak mempunyai intensitas untuk menutup platform ini di Indonesia. Tapi, kalau tidak ada perbaikan, kami akan sangat-sangat mempertimbangkan untuk menutupnya," tegasnya.
Bahkan, kemungkinan pahit akan diterima masyarakat Indonesia jika masing-masing platform tidak memperbaiki situasi tersebut.
"Jadi mohon maaf, teman-teman yang main Youtube, Facebook dan lain sebagainya, kalau terpaksa harus (ditutup). Tugas Pemerintah adalah menjaga kondusivitas, yang namanya teknologi informasi, media sosial, digunakan untuk hal positif," tegasnya.
Ungkapan Menkominfo ini terbukti benar dan bukan gertak sambal. Siang tadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui bahwa aplikasi pesan singkat, Telegram telah mulai diblokir.
"Telegram per siang tadi telah diblokir," ujar Kepala Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika,
Dia tidak memberikan banyak komentar terkait hal ini. Hanya saja, dia mengaku sedang mempersiapkan keterangan pers terkait pemblokiran tersebut.
"Sebentar lagi disampaikan keterangan," katanya. (ren)
Menurut Rudiantara, arus informasi negatif, baik berbau pornografi dan faham - faham radikal, saat ini bertebaran dengan bebas dan mudah dikonsumsi publik.
"Berdasarkan statistik kami, dari 2016 sampai saat ini, permintaan untuk men-take down akun di media sosial maupun file video sharing, 50 persen dilakukan penyedia platform internasional," tegas Rudiantara dalam konfrensi pers 'Deklarasi Antiradikalisme Perguruan Tinggi di Jawa Barat' di Aula Graha Sanusi Universitas Padjajaran Kota Bandung, Jumat, 14 Juli 2017.
Menurutnya, progres platform Internasional dalam menutup akun - akun di Indonesia, sangat disayangkan. Bahkan, proses tersebut sudah ditindaklanjuti dengan mengirimkan utusan ke masing-masing platform.
"Ini mengecewakan bagi kami. Kami meminta pada mereka untuk memperbaiki ini. Bulan puasa kemarin sudah mengutus untuk mendatangi. Kalau tidak ada perbaikan, kita akan serius (menyikapi)," katanya.
Menurutnya, penuntasan akhir dalam menutup konten informasi negatif berada ditangan platform-platform. Rudi menambahkan, dalam penanganan media sosial, pihaknya tidak menyalahkan masyarakat maupun regulasinya. Justru platform yang harus dilibatkan.
"Pemerintah tidak mempunyai intensitas untuk menutup platform ini di Indonesia. Tapi, kalau tidak ada perbaikan, kami akan sangat-sangat mempertimbangkan untuk menutupnya," tegasnya.
Bahkan, kemungkinan pahit akan diterima masyarakat Indonesia jika masing-masing platform tidak memperbaiki situasi tersebut.
"Jadi mohon maaf, teman-teman yang main Youtube, Facebook dan lain sebagainya, kalau terpaksa harus (ditutup). Tugas Pemerintah adalah menjaga kondusivitas, yang namanya teknologi informasi, media sosial, digunakan untuk hal positif," tegasnya.
Ungkapan Menkominfo ini terbukti benar dan bukan gertak sambal. Siang tadi, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui bahwa aplikasi pesan singkat, Telegram telah mulai diblokir.
"Telegram per siang tadi telah diblokir," ujar Kepala Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika,
Dia tidak memberikan banyak komentar terkait hal ini. Hanya saja, dia mengaku sedang mempersiapkan keterangan pers terkait pemblokiran tersebut.
"Sebentar lagi disampaikan keterangan," katanya. (ren)
Jumat, 14 Juli 2017
Ini Alasan Presidium Alumni 212 Bela Hary Tanoe
Publik Netizen - Sekretaris Presidium Alumni 212, Hasri Harahap mengatakan, aksi jalan kaki ke Komnas HAM untuk membela Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tak ada kaitannya dengan perkara politik.
Hasri mengungkap alasan Presidium Alumni 212 membela Hary Tanoe yang kini sedang terjerat kasus hukum di Bareskrim Polri.
"MNC media kan sering meliput aksi kami. Itu aja, enggak ada kaitannya dengan politik. Jadi wujud perhatian kita saja," ujar Hasri kepada Kompas.com, Jumat (14/7/2017).
Ia mengatakan, aksi ini juga dilakukan karena mereka menganggap Hary sebagai salah satu korban kriminalisasi yang dilakukan para penguasa.
Hary ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.
Menurutnya, kunjungan Presidium Alumni 212 ke gedung Komnas HAM ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Mereka mengaku tak hanya secara khusus membela Hary, tetapi juga sejumlah korban kriminalisasi.
"Jadi selama bulan puasa kami sudah delapan kali ke Komnas HAM setiap Jumat. Ini kali ke-9, dan kami tetap bela para korban kriminalisasi, termasuk Pak Hary Tanoe," kata dia.
Ia mengatakan, dalam aksi hari ini, sekitar 100 orang turut serta dalam upaya membela korban kriminalisasi.
"Jadi ini lebih tepatnya bukan aksi di depan gedung, kami diterima oleh dua orang komisioner Komnas HAM," jelasnya.
Hasri mengatakan, pertemuan Presidium Alumni 212 dengan Komnas HAM hari ini telah usai dan berjalan dengan lancar.
Hasri mengungkap alasan Presidium Alumni 212 membela Hary Tanoe yang kini sedang terjerat kasus hukum di Bareskrim Polri.
"MNC media kan sering meliput aksi kami. Itu aja, enggak ada kaitannya dengan politik. Jadi wujud perhatian kita saja," ujar Hasri kepada Kompas.com, Jumat (14/7/2017).
Ia mengatakan, aksi ini juga dilakukan karena mereka menganggap Hary sebagai salah satu korban kriminalisasi yang dilakukan para penguasa.
Hary ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.
Menurutnya, kunjungan Presidium Alumni 212 ke gedung Komnas HAM ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Mereka mengaku tak hanya secara khusus membela Hary, tetapi juga sejumlah korban kriminalisasi.
"Jadi selama bulan puasa kami sudah delapan kali ke Komnas HAM setiap Jumat. Ini kali ke-9, dan kami tetap bela para korban kriminalisasi, termasuk Pak Hary Tanoe," kata dia.
Ia mengatakan, dalam aksi hari ini, sekitar 100 orang turut serta dalam upaya membela korban kriminalisasi.
"Jadi ini lebih tepatnya bukan aksi di depan gedung, kami diterima oleh dua orang komisioner Komnas HAM," jelasnya.
Hasri mengatakan, pertemuan Presidium Alumni 212 dengan Komnas HAM hari ini telah usai dan berjalan dengan lancar.
Langganan:
Postingan (Atom)































